Pesta demokrasi telah dimulai. Masing-masing parpol silih berganti mengadakan kampanye. Jalan-jalan mulai ramai oleh pawai simpatisan parpol. Bermacam-macam cara dilakukan para parpol dalam menarik perhatian rakyat. Bagi parpol besar yang mempunyai dana yang besar pula biasanya tak segan untuk menggelar acara hiburan atau pembagian hadiah demi mendapatkan dukungan dari rakyat. Terkesan berfoya hura memang tapi setidaknya sekali ini saja menunjukan perhatian kepada rakyatnya, karena setelah itu kita tahu sendiri lah. (lagi…)
Februari 21, 2009
Rahmat hanya bisa tertegun. Terasa ada yang mengganjal di kerongkongannya. Pikirannya kosong, tubuhnya kaku dan tak terasa terhenti aliran darahnya untuk beberapa saat. Semua itu terjadi ketika dia membaca sebuah sms yang dikirimkan Yuli untuknya. “sebentar lagi aku akan menikah. Nanti kamu datang ya. Teman-teman yang lain juga sudah aku undang. Kedatangan kamu sebagai sahabat ku sangat aku harapkan.” Begitulah isi sms itu. Sebuah rangkaian kata yang terasa seperti pedang bagi Rahmat.
“ plak..” sebuah pukulan pelan di bahu menyadarkan Rahmat.” Sedang melamun apa kau mat??” tanya Arief yang baru saja datang.
“ ah..tidak, tidak melamun apa-apa. Aku cuma menghitung jumlah dosa aku” elak Rahmat seraya bergurau. Arief cuma tersenyum mendengarnya. (lagi…)
Februari 21, 2009
Terbang pikiran ku melayang
Tenggelam di lautan sunyi
Berdindingkan kegelapan
Ku tersesat…
Ku terus berjalan
Jalani kehidupan yang tak bertuan
Acuhkan manusia dalam pembodohan
Pemuja batu dan kekuasaan
Langkah ku terhenti
Seorang nenek mengais sisa nasi
Senyum wajahnya seakan berkata
Aku masih hidup
Februari 17, 2009
Hari ini begitu panas. Terik sinar matahari yang begitu menyengat menyambut kedatangan Rahmat di kota Banjarmasin. Bersama ibunda tercinta, Rahmat berencana mendaftar masuk sebuah perguruan tinggi di Banjarmasin. Berangkat pagi-pagi dari kota Amuntai, Rahmat bersama sang ibu tiba di Banjarmasin dengan menaiki mobil taksi antar kota. Setelah tiba di terminal Pal 6 Banjarmasin, rahmat dan ibunya disambut layaknya seorang artis yang dikejar-kejar wartawan. Apa gerangan yang terjadi?, pikir mereka berdua. Ternyata segerombolan orang yang menyambut mereka menawarkan jasa ojek dan taksi dalam kota. Dengan tangkas tangan ibu meraih dan menarik tangan Rahmat menuju sebuah mobil taksi yang masih kosong. Tak terasa baju Rahmat basah kuyup diguyur peluh akibat udara yang begitu panas.
“ Kita akan kemana bu??” tanya Rahmat.
“ Kita akan ke Kayutangi, disana ada pendaftaran mahasiswa UNLAM dan juga…” (lagi…)
Februari 11, 2009
Pagi itu tak seperti biasanya kami sudah berkumpul. Tampak beberapa diantara kami membawa tas yang cukup besar, seperti akan melakukan perjalanan jauh. Yup, pagi itu memang kami semua berencana untuk pergi jalan-jalan ke Pantai Takisung. Cuaca yang cukup cerah membuat kami optimis tak takut kehujanan di perjalanan. Sekitar pukul 9 pagi kami meluncur dari Banjarmasin menuju Pantai Batakan yang berada di wilayah Pelaihari. Dengan menggunakan beberapa motor kami berangkat secara bersamaan. Tak seperti perjalanan sebelumnya ketika kami ke pantai Batakan, pada perjalanan ini kami hampir tak menemui hambatan. (lagi…)
Februari 7, 2009
Ku tatap dunia
Terasa perih luka di dada
Pertempuran manusia
Yang buta indahnya perbedaan
Oh indahnya…
Ku bisa engkau pun bisa
Melupakan kebencian yang ada
Bersama kita terluka
Bersama kita bisa tertawa
Dan tertawa…
Ayo bangun dunia di dalam perbedaan
Kita satu tetap kuat kita bersinar
Harus percaya tak ada yang sempurna
Dan dunia kembali tertawa… (lagi…)
Februari 2, 2009
Awan gelap tak kunjung enyah dari negeri ini
Bumi menjadi saksi rakyat yang terzalimi
Mahasiswa terus teriak reformasi
Melawan penguasa yang tak berbudi
Persatuan kesatuan semakin keropos
Disana sini orang saling adu jotos
Kesejahteraan seakan hanya mitos
Lahirkan tangis di wajah anak yang polos (lagi…)

Pada minggu ini media ramai membicarakan kontroversi masalah fatwa MUI yang mengharamkan rokok. Ada apa dengan rokok sehingga MUI mengeluarkan fatwa haram? Jujur saja saya termasuk pecandu rokok. Tapi bukan berarti saya termasuk orang mempermasalahkan fatwa ini. Bagi saya ini masalah pribadi masing-masing yang memilih apakah terus mau merokok atau berhenti. Saya sendiri sedang berusaha untuk berhenti untuk merokok. 




