Rizal menulis


21 tahun silam…

Ku terlahir…

21 tahun silam…

Ku hidup…

Benar dan salah telah ku lakukan

Susah senang kurasakan

Menjadi bintang hingga binatang jalang

Kebenaran serta kebohongan ku saksikan

Menjadi pelaku dalam kehidupan

Kadang pahlawan atau malah penjahat perang

Semua itu telah menjadi pembelajaran

Untuk terus hidup dalam kehidupan

Tak terasa sudah lama tak menyentuh blog ini. Jiwa terbuai akan kharisma facebook sehingga sempat membuat hati berpindah dari menulis di blog menjadi mencari jaringan via facebook. Kata orang itulah demam facebook. Ketika demamnya sudah mendingan, baru saya sadar. Sebenarnya ada banyak ide tulisan yang sempat mengendap di otak ini tapi hilang saja karena tak ditulis,,sangat disayangkan sekali. Tapi ya sudah lah saya ingin kembali menyapa sahabat bloger… (lagi…)

gue
Pernahkah kalian berpikir
Kenapa hidup ini penuh perbedaan
Kanapa kita mesti bertengkar
Sungguh sulit hidup dalam kerapuhan

Pernahkah kalian berpikir
Apa perbedaan benar dan salah
Semua terlihat nyata
Ini masalah pilihan

Pernahkah kalian berpikir
Kalian terlahir tak lebih baik dari yang lain
Apa yang membuat kesombongan pada dirimu
Tak ada, tak ada sama sekali

Pernahkah kalian berpikir
Terkadang diri ini bingung dan gelisah
Harus kemana kaki melangkah
Apa yang salah dari perbuatan salah

*** Perbedaan bukan penghambat tapi bisa menjadi pemersatu, jangan biarkan diri kita berada dalam kerapuhannya yang tersendiri. Dalam kehidupan ini sangat jelas sudah terbedakan antara benar dan salah. Bahkan agama sudah mengatur masalah itu. Tapi ini menjadi pilihan kita sendiri untuk memilih jalan yang mana. Kita terlahir sama dengan manusia yang lain. Jadi jangan pernah sombong atas segala kefana’an yang kita peroleh. Dan kita harus jujur terkadang diri ini bingung dan gelisah terutama ketika menghadapi suatu permasalahan. Dan hal ini bisa membuat kita terjerumus dalam suatu kesalahan. Tapi kita tak akan tahu mana yang benar kalau tak pernah salah. Belajarlah dari pengalaman hidup.

“ Siapa Tuhan selanjutnya? ”,begitulah petikan kata yang seminggu ini menggantung dipikiran saya. Hingga sebelum dan sesudah pemilu dilaksanakan belum juga terjawab pertanyaan itu. Apa akan ada tuhan edisi terbaru?? Ya ngga lah..ini cuma istilah yang dibuat-buat sebagai pengibaratan pemimpin di negeri ini. Jangan dilaporkan ke MUI ya..hehe. Tapi tentunya hal ini dibuat berdasarkan kenyataan bahwa pemimpin di negeri ini memiliki kekuasaan yang mampu mempengaruhi kehidupan masyarakat luas. Meski ini bukan fenomena baru karena sejak zaman dahulu memang yang namanya penguasa adalah penentu arah kehidupan rakyat yang dikuasainya. Walaupun sekarang dikenal istilag demokrasi dimana katanya rakyat memegang kekuasaan tertinggi tapi kenyataannya tetap saja sang pemimpin yang menjadi penguasa. (lagi…)

Lelah. Rasanya begitu lelah sekali tubuh ini. Baru 3 hari PPL sudah cukup menguras energi. Harus bangun pagi-pagi (biasanya agak siang dikit,hehe) membuat tubuh terasa masih kurang istirahat. Puncaknya dirasakan kemarin (rabu,1 april 2009) sepulang dari sekolah setelah PPL, saya diajak main futsal lagi. Tak bisa menolak karena futsal salah satu hobby saya. Tanpa menghiraukan sakit flu yang sedang mendera, saya asyik maun futsal.Pulangnya sore hari, tubuh sudah terasa tanpa roh dibuatnya. Huuhh…

Malamnya maksud hati ingin menulis di blog, apa daya tubuh tak berkenan. Padahal ada banyak tugas kuliah dan tulisan yang belum selesai dikerjakan. Semoga semua ini cepat selesai. Waktu memang tak pernah peduli. Dia terus berjalan tanpa menoleh kearah kita. Mari berpacu dengan waktu.

Kelurahan Sungai Malang merupakan salah satu daerah yang berada di wilayah kecamatan Amuntai Tengah kabupaten Hulu Sungai Utara. Letak Sungai Malang masih berada dalam kawasan kota Amuntai. Daerah ini selanjutnya berkembang menjadi kawasan perkantoran dan sekolah. Di Sungai Malang ini pula terdapat suatu tempat bersejarah berupa candi yang bernama Candi Agung. Konon dulu kala candi ini menjadi pusat dari Kerajaan Nagara Dipa. Tapi jika kita melihat secara geografisnya, di Sungai Malang ini tidak ditemukan adanya sungai. Satu-satunya sungai hanya sebuah sungai kecil dan itu pun bukan di wilayah Sungai Malang. Hal ini lah yang melatarbelakangi diberikannya nama Sungai Malang itu. Menurut kepercayaan warga setempat yang mendapat cerita turun temurun menyatakan bahwa dulunya mengalir aliran sungai yang besar di sekitar daerah Candi Agung hingga memungkinkan masuknya kapal-kapal berlabuh. Akan tetapi seiring dengan berjalannya waktu sungai itu kemudian menghilang dan akhirnya daerah itu dinamakan Sungai Malang yang maksudnya sungai yang bernasib malang. (lagi…)

Pesta demokrasi telah dimulai. Masing-masing parpol silih berganti mengadakan kampanye. Jalan-jalan mulai ramai oleh pawai simpatisan parpol. Bermacam-macam cara dilakukan para parpol dalam menarik perhatian rakyat. Bagi parpol besar yang mempunyai dana yang besar pula biasanya tak segan untuk menggelar acara hiburan atau pembagian hadiah demi mendapatkan dukungan dari rakyat. Terkesan berfoya hura memang tapi setidaknya sekali ini saja menunjukan perhatian kepada rakyatnya, karena setelah itu kita tahu sendiri lah. (lagi…)

Tersenyum. Ya itu lah yang tergambar di muka saya setelah memposting tulisan sebelumnya di blog ini, intelektualitas vs moralitas. Ada banyak kontroversi yang terjadi dan ini sesuai harapan saya. Sebelum dan sesudah tulisan itu saya posting sering terjadi perdebatan saya dengan teman-teman. Inilah asyiknya, berdebat yang merupakan kesukaan saya. Tak perduli siapa yang akhirnya menang, kalah, atau seri. Bagi saya ada kepuasan tersendiri untuk itu. Yang penting adalah kita harus bisa menghargai perbedaan yang ada disekitar kita. (lagi…)

Ada suatu ucapan seorang dosen saya yang menjadi pemikiran saya. ” setelah keluar dari kampus ini setidaknya kalian menjadi setengah manusia” kata dosen saya itu. Apa sebenarnya maksud dari ucapan dosen saya ini? setelah saya ikuti pembicaraan beliau, saya dapat memahami apa yang beliau katakan tersebut. Inti dari ucapan beliau itu adalah agar kita yang mengaku sebagai manusia ini sadar apakah memang benar telah menjadi manusia. Ada banyak sekali yang mengaku manusia tapi kelakuannya tak mencerminkan seperti itu. Mau bukti? tengoklah ke sekitar kita. Ada perkelahian, kerusuhan, hujat menghujat, sikut menyikut dan saling menjatuhkan layaknya hewan.Tapi kita mempunyai akal dan hewan tidak, berarti kita tetap manusia dong. Apa bedanya jika akal tak berfungsi. Akal hanya sebagai pelengkap agar tak dibilang cacat tapi tak pernah digunakan, hasilnya tetap nihil. (lagi…)

Resah rasanya hati jika melihat begitu banyak masalah di negeri yang elok ini. Sebenarnya hal ini sudah beberapa kali menjadi bahan tulisan dan diskusi saya bersama teman-teman. Tapi seakan sama dengan permasalahan yang tak pernah habis, tak pernah jenuh saya mengangkat tema ini. Terkesan umum memang karena begitu banyak permasalahan yang menghampiri bangsa kita, tapi menurut saya semua itu saling berkaitan, begitu kompleks dan “cukup memusingkan”. Misalnya saja di awal tahun 2009 ini kita dihadapkan dengan persiapan untuk pemilu yang disebut sebagai pesta demokrasi (semoga saja begitu). Belum lagi pemilu dilaksanakan suasana sudah memanas. Bahkan yang sempat menjadi pembicaraan hangat adalah ketika 2 calon presiden terkuat saling berbalas sindiran layaknya baturai pantun. Para pengamat politik pun tak mau ketinggalan mengeluarkan argumen mereka. Sementara itu rakyat hanya bisa menonton pagelaran sandiwara kehidupan ini. Dan tak ayal lagi mereka menjadi korban kaum intelek dengan segala janji gombalnya. (lagi…)

indah-wal-ae1

Ada satu fenomena yang membuat saya terkejut sekali ketika mendengar berita di televisi yang menyatakan bahwa ribuan hektar hutan di wilayah provinsi Kalimantan Selatan habis dibabat oknum tak bertanggung jawab. Permasalahan inilah yang diduga menjadi penyebab bencana banjir yang begitu meluas hampir di seluruh wilayah provinsi Kal-sel.

Sejauh pantauan saya selama melakukan PKL beberapa waktu yang lalu memang banyak terjadi penebangan ilegal yang dilakukan oleh perambah hutan baik itu penduduk setempat maupun pengusaha kayu yang “nakal”. Seperti ketika PKL ke Muara Hunge (Barabai), Loksado (Kandangan), dan Batulicin, saya banyak menemukan terjadinya penebangan hutan yang diduga tanpa izin ini. Kalau penebangan yang dilakukan masyarakat suku dayak sebenarnya lebih ditujukan sebagai membuka lahan untuk pertanian mereka. Itupun tak sembarangan mereka lakukan tetapi ada aturan yang masih mereka taati demi kelestarian alam. Lain halnya jika pengusaha kaya yang masuk hutan. Mereka potong habis kayu-kayu seperti jenis Ulin untuk kepentingan bisnis, padahal Ulin merupakan salah satu kayu yang dilindungi dan tak boleh sembarangan menebangnya. (lagi…)

smookePada minggu ini media ramai membicarakan kontroversi masalah fatwa MUI yang mengharamkan rokok. Ada apa dengan rokok sehingga MUI mengeluarkan fatwa haram? Jujur saja saya termasuk pecandu rokok. Tapi bukan berarti saya termasuk orang mempermasalahkan fatwa ini. Bagi saya ini masalah pribadi masing-masing yang memilih apakah terus mau merokok atau berhenti. Saya sendiri sedang berusaha untuk berhenti untuk merokok. (lagi…)

Halaman Berikutnya »