Seperti janji saya kemarin, tulisan ini menceritakan tentang perjalanan saya ke daerah kaltim. Bagi yang ketinggalan cerita sebelumnya bisa membaca disini. Mohon maaf baru sempat menulis karena sekarang lagi sibuk final test,,(halah..ada-ada saja alasan buat ngeles,,heE). Oke langsung ke sambungan ceritanya…
Hari kedua kami berada di desa Pampang kami isi dengan melancong ke negeri kutai kertanegara (Tenggarong). Mengasikkan sekali karena ini pengalaman pertama saya ke kota Tenggarong. Pukul 11 siang kami berangkat dari desa Pampang menuju kota Tenggarong. Setelah menempuh perjalanan selama 1 jam, kami tiba di kota Tenggarong. Mengejutkan dan mempesona. Ya, itulah yang terkesan hati ini ketika melihat kota ini. Menyaksikan pemandangan kota yang tersusun rapi dan bersih, tidak ada kesemrawutan, jalan yang mulus, dan banyak hal lain yang tak saya jumpai di kota Banjarmasin.
Salah satu objek wisata disana adalah Pulau Kumala. Sebuah pulau yang terletak di tengah sungai Mahakam ini disulap menjadi begitu mempesona. Sayangnya saya hanya berkesempatan melihat dari kejauhan saja keindahan itu karena tujuan kami adalah sebuah museum yang ada di kota Tenggarong.
Sesampainya di museum, pandangan mata saya terarah pada sebuah patung yang bernama lembu suwana. Lembu Suwana ini berbadan seperti lembu tapi memiliki sayap dan mempunyai gading dan belalai. Warna kuning yang melekat pada lembu suwana melambangkan keagungan. Hal ini bisa dimaklumi karena di kota Tenggarong ini pernah berdiri kerajaan tertua di Indonesia yaitu kesultanan kutai kartanegara ing martadipura. Benda-benda peninggalan kesultanan ini bisa dijumpai di museum setempat. Sayangnya kami hanya sebentar saja berada di kota Tenggarong karena harus kembali ke desa Pampang yang akan diadakan pementasan tari-tarian khas dayak kenyah. Ketika pada perjalanan kembali ke desa pampang, mata saya kembali tertuju pada pulau kumala. Sebuah sky tower berdiri disana. Kota Tenggarong memang kota yang kaya, bahkan ada yang mengatakan kabupaten terkaya se Indonesia karena disana kaya akan sumbar daya alamnya.
Nah jika anda bepergian ke provinsi Kaltim,sempatkan lah ke kota Tenggarong. Jika anda ke kota Tenggarong sempatkan lah ke pulau kumala. Itulah pesan dari saya yang masih penasaran sampai kini karena tak sempat kesana. Akhirnya cuma bisa melihat pemandangan disana lewat video dan foto hasil dari berselancar di dunia maya. Oke dech nih cerita terpaksa bersambung lagi karena malam semakin larut dan mata sudah mengantuk. Cerita selanjutnya tentang tarian khas dayak kenyah…see U,,
Juni 18, 2009 at 10:34 pm
Assalaamu’alaikum…
Pengalaman anda dan cara menarikan jalan ceritanya begitu membuat saya terpanggil untuk menikmati sama apa yang digambarkan. Insya Allah, jika ada kesempatan saya akan ke sana. Ternyata pulau Borneo ini mempunyai banyak kecantikan dan keaslian alam yang sangat indah.
Juni 20, 2009 at 12:46 am
Di kaltim pulau terindah yang sangat saya sukai ada 2, Pulau Bunyu dan Pulau Derawan
Juni 20, 2009 at 8:47 am
ya, pasti! akan kuingat selalu pesanmu, zal!
tenggarong memang sangat indah!
kalimantan, tunggu akuuuu…