Tak terasa sudah lama tak menyentuh blog ini. Jiwa terbuai akan kharisma facebook sehingga sempat membuat hati berpindah dari menulis di blog menjadi mencari jaringan via facebook. Kata orang itulah demam facebook. Ketika demamnya sudah mendingan, baru saya sadar. Sebenarnya ada banyak ide tulisan yang sempat mengendap di otak ini tapi hilang saja karena tak ditulis,,sangat disayangkan sekali. Tapi ya sudah lah saya ingin kembali menyapa sahabat bloger…
Pada tulisan ini saya ingin berbagi pemikiran saya. Terinspirasi dari banyaknya fenomena yang terjadi di UNLAM, tempat saya kuliah pada kurun waktu sebulan ini. Pada sebelum dan sesudah pemilihan rektor dilakukan, ada beberapa mahasiswa yang berjuang menyuarakan aspirasi mereka menginginkan perubahan pada konsep pemilihan rektor yang digunakan saat ini. Hal yang lumrah saja mengingat mahasiswa terkadang berpikir kritis. Ada yang melakukan aksi demo, berdebat, diskusi, dan dialog. Wah pokoknya rame juga kampus dibuat mereka. Belum lagi ditambah dengan tulisan-tulisan yang berisikan kata-kata pembaharuan ala mahasiswa. Salut bagi mereka yang mau berpikir kritis demi kemajuan UNLAM.
Tapi entah mengapa ada yang mengganjal di dalam pemikiran saya ketika melihat semua itu. Ketika menghadiri acara renungan malam di kampus yang di isi dengan debat antar mahasiswa juga dosen, mulut saya hanya diam saja. Jiwa ini mengatakan untuk apa berdebat hingga memakan waktu sampai tengah malam jika hasilnya tak dikerjakan juga. Sudah terlalu banyak orang yang berpikir untuk negeri ini. Ada banyak orang pintar yang lahir untuk bangsa ini. Tapi kenapa kita tak pernah bisa merasa lebih baik?? Mungkin kita terlalu banyak berpikir, mengkritik, mengecam, dan menjatuhkan. Tapi tak pernah mampu untuk melakukan apa yang kita pikirkan. Saya masih ingat ketika mahasiswa dulu dengan bersama-sama bersatu turun kejalan berusaha menjatuhkan orde baru. Slogan reformasi yang mereka usung menjadi suatu hal yang tak bisa ditawar lagi. Lebih 10 tahun berlalu, kenyataan tak sebaik yang diharapkan. Bahkan banyak yang berpikir masih lebih baik kehidupan masa orde baru dari pada sekarang ini. Lantas apakah semua yang dilakukan mahasiwa itu adalah sia-sia??
Saya pikir bukan suatu hal yang bijak jika kita hanya bisa mengkritik saja. Ketika pemerintah dinilai tak becus memerintah, maka akan di kritik habis-habisan. Kenapa mahasiswa yang merupakan generasi muda penerus bangsa ini tidak berusaha melakukan hal yang bisa merubah keadaan yang lebih baik. Jangan bisanya cuma berpikir lalu mengkritik. Mari kita bersama berusaha melakukan apa yang bisa kita lakukan untuk negeri ini. Walaupun tak semua pemikiran kita sejalan tapi saya yakin kita semua menghendaki hal yang sama yaitu perubahan yang lebih baik. Sudah saatnya kita berbuat.
Juni 1, 2009 at 4:40 pm
Assalaamu’alaikum…
Begitulah lumrah dunia…kita lebih banyak berfikir untuk sesuatu perkara..tetapi jarang melaksana apa yang difikirkan kecuali jika ia mempunyai kepentingan untuk diri sendiri atau maslahat ummah.
Mungkin untuk melaksanakannya susah berbanding dengan memikirkannya. malah bercakap juga sangat mudah..tetapi untuk melaksanakannya perlu disaring dan dipertimbangkan.. jika tidak sesuai..lantas dibiarkan begitu sahaja.
*** rizal: ya memang kenyataannya seperti itu,,bicara lebih mudah daripada berbuat. untuk itu kita harus merubah budaya seperti itu.
Juni 2, 2009 at 1:19 pm
setuju pak, cuma ngomong doank engga ada gunanya. Apalagi mengkritik atau menghujat. Selain tidak menimbulkan simpati, seringkali malah melemahkan semangat.
Perlu kecerdasan khusus untuk menyampaikan aspirasi. Jika caranya menarik dan disampaikan secara simpatik, tentu akan lebih mungkin menghasilkan perubahan yang lebih baik.
*** Rizal: yupz,,setuju. tapi kok saya dipanggil “pak” ya??setua itukah saya..huhuhu
Juni 3, 2009 at 6:46 am
ehhhm gtu ya… saia pikirtadi apa…
Perubahan tidak bisa di lakukan dengan perdebatan tp dengan keinginan individu masing2
*** Rizal: intinya tetap berbuat atau lakukan untuk perubahan. jangan pula kita mementingkan keinginan atau kepentingan individu. kebaikan bersama menjadi prioritas kita semua.
Juni 3, 2009 at 7:16 am
memulai dari diri sendiri dan mendorong orang terdekat untuk memulai adalah salah satu solusi zal…tetap semangat…
Juni 3, 2009 at 11:30 am
lebih tepatnya STOP menghakimi orang lain karena kita bukang TUHAN.
Juni 4, 2009 at 2:04 pm
ah, balik lagi seperti tausiyah aa gym: mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil, mulai sejak dini.
btw, senang kamu kembali, zal. situs jejaring sosial boleh banyak dan beragam, namun blog never dies! haha…
Juni 14, 2009 at 1:24 am
pa cabar sahabat?
fb dongke blue sobat..heheheh
salam hangat selalu