“ Siapa Tuhan selanjutnya? ”,begitulah petikan kata yang seminggu ini menggantung dipikiran saya. Hingga sebelum dan sesudah pemilu dilaksanakan belum juga terjawab pertanyaan itu. Apa akan ada tuhan edisi terbaru?? Ya ngga lah..ini cuma istilah yang dibuat-buat sebagai pengibaratan pemimpin di negeri ini. Jangan dilaporkan ke MUI ya..hehe. Tapi tentunya hal ini dibuat berdasarkan kenyataan bahwa pemimpin di negeri ini memiliki kekuasaan yang mampu mempengaruhi kehidupan masyarakat luas. Meski ini bukan fenomena baru karena sejak zaman dahulu memang yang namanya penguasa adalah penentu arah kehidupan rakyat yang dikuasainya. Walaupun sekarang dikenal istilag demokrasi dimana katanya rakyat memegang kekuasaan tertinggi tapi kenyataannya tetap saja sang pemimpin yang menjadi penguasa.
Begitu juga yang terjadi di negeri kita ini yang menganut konsep demokrasi. Didalamnya terdapat Presiden beserta menteri-menterinya, DPR, MPR serta lembaga-lembaga lain yang membentuk satu kesatuan pemerintahan. Didalam undang-undang (semoga saja belum diubah) disebutkan bahwa rakyat pemegang kekuasaan tertinggi. Rakyat memilih wakil-wakilnya untuk duduk di DPR. Tapi fakta kadang berkata lain. Setelah terpilih, para wakil rakyat itu lupa dengan rakyat yang memilihnya. Ironisnya, rakyat diam saja. Mereka sadar saja dibodohi tapi tak mampu melawan karena tak ada kekuasaan. Hanya sedikit yang berani melawan itupun cuma bisa teriak-teriak di jalan. Lantas kemana perginya kekuasaan tertinggi yang dimiliki rakyat??
Mungkin rakyat sekarang sudah terlanjur kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah. Pada saat kampanye kemarin saya banyak mendengar tentang politik uang yang dilakukan caleg dari beberapa parpol. Mereka saling beradu menarik perhatian rakyat dengan uang. Segelintir masyarakat kita juga lebih memilih caleg yang berani membayar banyak. Dengan kata lain rakyat juga yang menghilangkan kekuasaan yang seharusnya menjadi milik mereka. Mereka telah menjual kekuasaan mereka demi beberapa lembar uang. Tapi tentunya mereka punya alasan sendiri untuk itu. Semua terjadi karena tuntutan kehidupan. Akankah rakyat akan kembali kehilangan kekuasaan tertinggi mereka?? Jawabannya ada pada diri kita masing-masing sebagai rakyat Indonesia.
April 11, 2009 at 6:25 am
fenomena yang sedang terjadi itu menunjukkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang cerdas. Masyarakat sudah membaca prihal hasil pemilu yang seperti biasa tidak berpengaruh banyak dari kesejahteraan mereka. Sayang seribu sayang para elit politik tak mau perduli dengan resah masyarakat. Bagi mereka yang terpenting kenyamanan pribadi
*** Rizal: yah semoga saja hasil pemilu tahun ini membawa perubahan yang lebih baik bagi rakyat Indonesia.
April 11, 2009 at 2:47 pm
sekarang kita tinggal membuktikan, apakah yang terpilih kali ini berpihak pada rakyat ?
*** Rizal: yup, harapan kita semua begitu…
April 13, 2009 at 3:16 am
Lama juga tidak berkunjung di sini. Selamat berjaya dan semuga beroleh kebaikan. ternyata informasi di laman ini semakin bertambah dan bermanfaat.
*** Rizal: wah..senangnya mbak siti mau berkunjung kesini lagi. terima kasih atas do’anya…
April 13, 2009 at 8:16 am
Assalaamu’alaikum Saudara Rizal.
TAHNIAH diucapkan kepada saudara kerana telah dipilih sebagai penerima award bagi kategori musim pertama AWARD 1 LAMAN MENULIS GAYA SENDIRI.
Dengan hormatnya, saya mempersilakan saudara menerima kelima-lima AWARD tersebut.
Makanya, didahului dengan ucapan terima kasih kerana sudi menerima undangan ini. Ke hadrat Allah swt didoakan kesejahteraan dan kebaikan atas ilmu yang dikongsikan bersama.
Saya menanti kehadiran saudara di sana. Salam penuh takzim dari Universiti Kebangsaan Malaysia, Bangi, Malaysia.
*** Rizal: saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas penghargaan yang mbak berikan kepada saya. tentunya ini menjadi suatu motivasi tersendiri bagi saya untuk lebih banyak menulis.
April 14, 2009 at 6:05 am
salam kenal aja
April 14, 2009 at 3:44 pm
Fenomena bagus kali … agar terlihat ketidakbaikkan … agar generasi muda mencari jalan kebaikan
April 15, 2009 at 6:05 am
Ya…setelah dievaluasi jadilah golput yang menang….
April 22, 2009 at 5:08 pm
tapi pemilu kemarin cukup menunjukkan bahwa masyarakat indonesia telah semakin cerdas dan bijaksana dalam berpolitik. masyarakatnya lho ya? kalau elitnya? hmm…