tenggarong-jembatanSeperti janji saya kemarin, tulisan ini menceritakan tentang perjalanan saya ke daerah kaltim. Bagi yang ketinggalan cerita sebelumnya bisa membaca disini. Mohon maaf baru sempat menulis karena sekarang lagi sibuk final test,,(halah..ada-ada saja alasan buat ngeles,,heE). Oke langsung ke sambungan ceritanya… (lagi…)

Standar Kompetensi : Memahami  usaha bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan.

Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan peristiwa yang terjadi dalam proses kemerdekaan bangsa Indonesia.

Indikator : Mengidentifikasi peristiwa sejarah sebelum dan sesudah kemerdekaan bangsa Indonesia.

1. Apa latar belakang dibentuknya PPKI?

a. BPUPK tidak dapat melaksanakan tugasnya

b. Kondisi politik jepang semakin buruk

c. Jepang berniat akan segera merealisasikan janjinya untuk memberi kemerdekaan pada Indonesia

d. Tuntutan dari rakyat Indonesia

e. Perintah dari tentara sekutu

2. Alasan Ir. Soekarno bersikap hati-hati dan tidak gegabah menuruti kemauan golongan muda untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 16 agustus 1945 adalah…

a. Ir. Soekarno takut dengan kekuatan angkatan darat Jepang

b. Golongan tua ingin menunggu pemberian kemerdekaan Jepang

c. Ir. Soekarno mengabaikan dan tidak mempedulikan keinginan golongan muda

d. Golongan tua tidak ingin secepatnya memproklamasikan kemerdekaan Indonesia

e. Ir. Soekarno berpendapat bahwa Jepang secara de facto masih berkuasa di Indonesia

3. Apa latar belakang terjadinya peristiwa Rengasdengklok?

a. Pertentangan para pemuda dengan para pemimpin Jepang

b. Pertentangan para pemuda dengan golongan tua

c. Pertentangan antara pihak Jepang dengan pihak sekutu

d. Jepang menghalangi persiapan proklamasi kemerdekaan Indonesia

e. Para pemuda ingin memproklamasikan kemerdekaan di Rengasdengklok

4. Para pemuda melakukan penculikan terhadap Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok dengan tujuan…

a. Melakukan kudeta (perebutan kekuasaan)

b. Mengamankan dari pengaruh golongan tua

c. Mengamankan dari pengaruh Jepang

d. Melakukan teror terhadap golongan tua

e. Memaksa Jepang untuk memberi kemerdekaan pada Indonesia

5. Makna proklamasi kemerdekaan bagi kehidupan bangsa Indonesia adalah…

a. Lepas dari segala hubungan dengan negara lain

b. Dapat hidup sebebas-bebasnya

c. Dapat hidup seenaknya, karena tidak lagi dijajah dan sudah merdeka

d. Merasakan kemerdekaan dan mulai menata kehidupan berbangsa yang lebih baik dan lebih mandiri

e. Akhir dari perjuangan

6. Salah satu alasan naskah proklamasi kemerdekaan tulisan tangan Ir. Soekarno diketik oleh Sajuti Melik adalah…

a. Supaya tidak menimbulkan persepsi yang salah tentang proklamasi tersebut

b. Teks proklamasi tulisan tangan Ir. Soekarno ada yang salah sehingga perlu diganti

c. Teks proklamasi tulisan tangan Ir. Soekarno tidak dapat dibaca dengan mudah

d. Teks proklamasi tulisan tangan Ir. Soekarno tidak autentik

e. Naskah proklamasi tulisan tangan Ir. Soekarno hanya terdapat pada selembar kertas

7. Ir. Soekarno tidak menyetujui penggunaan lapangan Ikada sebagai tempat pelaksanaan pembacaan proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 agustus 1945 dengan alasan…

a. Tempat tersebut diusulkan oleh golongan pemuda

b. Tempat itu merupakan tempat umum

c. Jepang sudah mengetahui rencana penggunaan tempat itu

d. Tempat tersebut jauh dari pusat kota

e. Tempat tersebut tidak memadai untuk proklamasi

8. Pemilihan presiden dan wakil presiden yang pertama kali dilakukan dengan cara…

a. Dipilih oleh MPR

b. Voting dalam PPKI

c. Dipilih langsung oleh rakyat

d. Dipilih oleh utusan-utusan daerah

e. Aklamasi dari anggotaPPKI

9. Pada awal terbentuknya Republik Indonesia, lembaga yang melaksanakan fungsi MPR adalah…

a. Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP)

b. Badan Keamanan Rakyat (BKR)

C. Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI)

d. Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI)

e. Partai Nasional Indonesia (PNI)

10. Tugas Komite Nasional Indonesia Pusat adalah…

a. Menggantikan menteri

b. Membantu presiden

c. Menggantikan PPKI

d. Mengangkat menteri

e. Menggantikan presiden jika berhalangan hadir

e. Partai Nasional Indonesia

Kunci jawaban :

  1. B
  2. E
  3. B
  4. C
  5. D
  6. A
  7. B
  8. E
  9. A
  10. B

No.

Pokok Bahasan

No. Soal

Kategori Kognitif

C1    C2    C3    C4    C5    C6

Jml

1

2

3

4

5

1

Kehidupan bangsa Indonesia sebelum dan sesudah kemerdekaan

01

02

03

04

05

06

07

08

09

10

-        -        -       V       -        -

-       V        -       -        -        -

-        -        -       V       -        -

-        -        V      -        -        -

-       V        -       -        -        -

-       V        -       -        -        -

-       V        -       -        -        -

V       -         -       -        -        -

V       -         -       -        -        -

V       -         -       -        -        -

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

3       4        1       2       0       0

10

Kisi-kisi instrumen

menghitung validitas

tabel validitas-jadi

rumus tgs ewa-jadi

menghitung reliabelitas

tabel reliabelitas-jadi

rumus tgs ewa 1-jadi

rumus ewa 2-jadi

telinga org dayak kenyahMinggu (07/06/2009) kemarin, saya bersama teman-teman lainnya berangkat ke provinsi Kalimantan Timur, tepatnya ke kota Samarinda. Keberangkatan kami ini sehubungan dengan PKL ke daerah pemukiman warga Dayak Kenyah. Suatu hal yang unik mengingat asal suku dayak kenyah bukan di daerah Samarinda, tetapi di kawasan perbatasan Malaysia dengan Indonesia di Kalimantan bagian utara. Perjalanan ini tentunya menyita waktu yang tak sedikit. Kami harus menjalani perjalanan selama 24 jam penuh jika bertolak dari kota Banjarmasin. Berangkat pada pukul 7 pagi, kami baru tiba pada pukul 7 pagi keesokan harinya. Medan yang ditempuh pun tak semulus yang dikira karena harus melewati pegunungan yang menanjak dan jalan yang rusak. Sangat melelahkan sekali menjalani perjalanan tersebut. Untuk menuju ke kota Samarinda, sebelumnya kami harus menyeberang sungai Mahakam yang begitu luas dengan menggunakan kapal selama 1 jam. Dan ini menjadi pengalaman pertama saya menjejakkan kaki di kota Samarinda. (lagi…)

Tak terasa sudah lama tak menyentuh blog ini. Jiwa terbuai akan kharisma facebook sehingga sempat membuat hati berpindah dari menulis di blog menjadi mencari jaringan via facebook. Kata orang itulah demam facebook. Ketika demamnya sudah mendingan, baru saya sadar. Sebenarnya ada banyak ide tulisan yang sempat mengendap di otak ini tapi hilang saja karena tak ditulis,,sangat disayangkan sekali. Tapi ya sudah lah saya ingin kembali menyapa sahabat bloger… (lagi…)

Lelah sekali rasanya tubuh ini. Sebuah kelelahan yang bukan tanpa alasan. Satu bulan ini bergelut dengan tugas-tugas kuliah. Sebelumnya harus mengikuti PKL ke daerah Hamayung (HSS). PKL kali ini dirasa agak sedikit berbeda dengan PKL-PKL sebelumnya. Jika PKL yang terdahulu kami ke perkampungan warga Dayak Meratus, tapi kali ini kami terjun ke sebuah perkampungan masyarakat Hamayung yang sebagian besar daerahnya adalah air (rawa). DSC02688Desa Hamayung terletak di kecamatan Daha Utara kabupaten Hulu Sungai Selatan. Perjalanan kami mulai pada hari Jum’at (24/4/2009). Sekitar pukul 4.30 sore mobil taksi bertolak dari Banjarmasin menuju wilayah kabupaten HSS. Kurang lebih ada 8 buah mobil yang kami sewa untuk PKL ini. Seperti biasa, jalanan kota Banjarmasin yang macet pada sore hari menjadi sedikit penghambat kami. Belum lagi saat melalui jalan raya yang disulap menjadi jalan tambang karena truk pengangkut batu bara yang numpang lewat. Memasuki kota Martapura kami disuguhi jajanan kue kelalapon khas Martapura yang dijual orang di pinggiran jalan. Sungguh nikmat rasanya menikmati kue ini dan saya juga kebetulan termasuk fans kue kelalapon. Perjalanan terus berlanjut. Ketika lepas maghrib kami baru memasuki daerah sungkai yang terkenal dengan jalanannya yang berlobang akibat truk batu bara yang berlalu lalang disana. Di pinggir jalan kami menyaksikan kerumunan orang, tampaknya telah terjadi kecelakaan. Hal seperti ini memang sering terjadi akibat rusaknya jalan dan padatnya volume kendaraan. Tak lama kemudian kami makan malam di kawasan Rantau. Setelah puas mengisi perut, perjalanan kami lanjutkan kembali. Baru pada pukul 10.00 kami tiba di desa Hamayung. (lagi…)

gue
Pernahkah kalian berpikir
Kenapa hidup ini penuh perbedaan
Kanapa kita mesti bertengkar
Sungguh sulit hidup dalam kerapuhan

Pernahkah kalian berpikir
Apa perbedaan benar dan salah
Semua terlihat nyata
Ini masalah pilihan

Pernahkah kalian berpikir
Kalian terlahir tak lebih baik dari yang lain
Apa yang membuat kesombongan pada dirimu
Tak ada, tak ada sama sekali

Pernahkah kalian berpikir
Terkadang diri ini bingung dan gelisah
Harus kemana kaki melangkah
Apa yang salah dari perbuatan salah

*** Perbedaan bukan penghambat tapi bisa menjadi pemersatu, jangan biarkan diri kita berada dalam kerapuhannya yang tersendiri. Dalam kehidupan ini sangat jelas sudah terbedakan antara benar dan salah. Bahkan agama sudah mengatur masalah itu. Tapi ini menjadi pilihan kita sendiri untuk memilih jalan yang mana. Kita terlahir sama dengan manusia yang lain. Jadi jangan pernah sombong atas segala kefana’an yang kita peroleh. Dan kita harus jujur terkadang diri ini bingung dan gelisah terutama ketika menghadapi suatu permasalahan. Dan hal ini bisa membuat kita terjerumus dalam suatu kesalahan. Tapi kita tak akan tahu mana yang benar kalau tak pernah salah. Belajarlah dari pengalaman hidup.

Note: lama juga tak meneruskan novel ini. Keterbatasan ide dalam mengembangkan cerita yang sebenarnya merupakan kisah nyata ini menjadi kendala utama. Saran dan kritik dari pembaca sangat saya harapkan. Bagi yang ketinggalan cerita sebelumnya dapat membaca di JPC 1 dan JPC 2. Terima kasih.

Angin pagi itu sangat menyejukan. Sinar matahari yang masih tipis membelai hangat tubuh ini. Pagi itu Rahmat merasakan kembali suasana pagi yang asri di kampung halamannya, Amuntai. Duduk di teras depan sambil menikmati teh hangat, Rahmat asyik memperhatikan orang-orang yang mulai berlalu lalang di jalanan.
“Bagaimana tes kemarin??” tanya ibu mengagetkan Rahmat.
“euh..baik,baik-baik saja bu” jawab Rahmat.
“Apanya yang baik??” tanya ibunya lagi.
“ya tesnya lah..pokoknya Insya Allah lulus. Mohon do’anya ya bu..”.
“ do’a ibu selalu untuk mu nak..” jawab ibu seraya tersenyum. “ sana kamu makan dulu, dah ibu siapkan dari tadi lo makanan kesukaan kamu, pepuyu bakar kan..” Wah asyik..gumam Rahmat. (lagi…)

“ Siapa Tuhan selanjutnya? ”,begitulah petikan kata yang seminggu ini menggantung dipikiran saya. Hingga sebelum dan sesudah pemilu dilaksanakan belum juga terjawab pertanyaan itu. Apa akan ada tuhan edisi terbaru?? Ya ngga lah..ini cuma istilah yang dibuat-buat sebagai pengibaratan pemimpin di negeri ini. Jangan dilaporkan ke MUI ya..hehe. Tapi tentunya hal ini dibuat berdasarkan kenyataan bahwa pemimpin di negeri ini memiliki kekuasaan yang mampu mempengaruhi kehidupan masyarakat luas. Meski ini bukan fenomena baru karena sejak zaman dahulu memang yang namanya penguasa adalah penentu arah kehidupan rakyat yang dikuasainya. Walaupun sekarang dikenal istilag demokrasi dimana katanya rakyat memegang kekuasaan tertinggi tapi kenyataannya tetap saja sang pemimpin yang menjadi penguasa. (lagi…)

Lelah. Rasanya begitu lelah sekali tubuh ini. Baru 3 hari PPL sudah cukup menguras energi. Harus bangun pagi-pagi (biasanya agak siang dikit,hehe) membuat tubuh terasa masih kurang istirahat. Puncaknya dirasakan kemarin (rabu,1 april 2009) sepulang dari sekolah setelah PPL, saya diajak main futsal lagi. Tak bisa menolak karena futsal salah satu hobby saya. Tanpa menghiraukan sakit flu yang sedang mendera, saya asyik maun futsal.Pulangnya sore hari, tubuh sudah terasa tanpa roh dibuatnya. Huuhh…

Malamnya maksud hati ingin menulis di blog, apa daya tubuh tak berkenan. Padahal ada banyak tugas kuliah dan tulisan yang belum selesai dikerjakan. Semoga semua ini cepat selesai. Waktu memang tak pernah peduli. Dia terus berjalan tanpa menoleh kearah kita. Mari berpacu dengan waktu.

Kelurahan Sungai Malang merupakan salah satu daerah yang berada di wilayah kecamatan Amuntai Tengah kabupaten Hulu Sungai Utara. Letak Sungai Malang masih berada dalam kawasan kota Amuntai. Daerah ini selanjutnya berkembang menjadi kawasan perkantoran dan sekolah. Di Sungai Malang ini pula terdapat suatu tempat bersejarah berupa candi yang bernama Candi Agung. Konon dulu kala candi ini menjadi pusat dari Kerajaan Nagara Dipa. Tapi jika kita melihat secara geografisnya, di Sungai Malang ini tidak ditemukan adanya sungai. Satu-satunya sungai hanya sebuah sungai kecil dan itu pun bukan di wilayah Sungai Malang. Hal ini lah yang melatarbelakangi diberikannya nama Sungai Malang itu. Menurut kepercayaan warga setempat yang mendapat cerita turun temurun menyatakan bahwa dulunya mengalir aliran sungai yang besar di sekitar daerah Candi Agung hingga memungkinkan masuknya kapal-kapal berlabuh. Akan tetapi seiring dengan berjalannya waktu sungai itu kemudian menghilang dan akhirnya daerah itu dinamakan Sungai Malang yang maksudnya sungai yang bernasib malang. (lagi…)

Pesta demokrasi telah dimulai. Masing-masing parpol silih berganti mengadakan kampanye. Jalan-jalan mulai ramai oleh pawai simpatisan parpol. Bermacam-macam cara dilakukan para parpol dalam menarik perhatian rakyat. Bagi parpol besar yang mempunyai dana yang besar pula biasanya tak segan untuk menggelar acara hiburan atau pembagian hadiah demi mendapatkan dukungan dari rakyat. Terkesan berfoya hura memang tapi setidaknya sekali ini saja menunjukan perhatian kepada rakyatnya, karena setelah itu kita tahu sendiri lah. (lagi…)

Tersenyum. Ya itu lah yang tergambar di muka saya setelah memposting tulisan sebelumnya di blog ini, intelektualitas vs moralitas. Ada banyak kontroversi yang terjadi dan ini sesuai harapan saya. Sebelum dan sesudah tulisan itu saya posting sering terjadi perdebatan saya dengan teman-teman. Inilah asyiknya, berdebat yang merupakan kesukaan saya. Tak perduli siapa yang akhirnya menang, kalah, atau seri. Bagi saya ada kepuasan tersendiri untuk itu. Yang penting adalah kita harus bisa menghargai perbedaan yang ada disekitar kita. (lagi…)

Halaman Berikutnya »